Ayuk belajar bersama. Pengalaman saya 3 tahun lebih mengulik secara otodidak indesign dalam pembuatan buku maupun majalah dapat kita belajari bersama.
Awal saya tertarik belajar indesign adalah adanya paksaan dari bapak angkat saya yang kebetulan bergerak dibidang percetakan. Ia yang selama ini menghandel buletin pertamina MOR IV kesulitan menghubungi desainernya yang kebetulan sibuk luar bisa. Dan kebetulan itu juga menghampiri saya yang sedang belajar meningkatkan kemampuan di Corel Draw.
Penyusunan sebuah buletin yang terdiri dari 8 halaman dengan ukuran 30x28cm dengan beberapa tampilan gambar foto-foto terasa berat dan pada pengaturan text dengan corel draw terasa sangat sulit. Kesulitan inilah yang pada akhirnya mencari info dengan software apa bisa menyusun sebuah buletin dengan kemampuan pengolahan text semirip microsoft word. Dari beberapa rekomendasi teman, saya disarankan untuk memakai adobe pagemaker, quak express atau Indesign. Dari ketiga pilihan tersebut jatuh hatilah pada Indesign.
Adobe Pagemaker. Sama dengan Indesign malah satu pabrikan. Pilihan ini sempat saya coba dan sedikit bisa mengoprasionalkan. tetapi saya terkendala dengan sumber updatenya. malah dari beberapa sumber Adobe Pagemaker tidak diteruskan pengembangannya.
Quak Express. Ya ini adalah aplikasi andalan seorang teman yang kebetulan menjadi desain grafis sebuat tabloid. Sudah berpuluh tahun beliau menekuni aplikasi ini untuk menyusun sebuah tabloid. Tetapi beliau malah menyarankan untuk mempelajari Indesin yang katanya lebih canggih. So tanpa pikir panjang saya mengalihkan perhatian ke Indesign
Awal saya tertarik belajar indesign adalah adanya paksaan dari bapak angkat saya yang kebetulan bergerak dibidang percetakan. Ia yang selama ini menghandel buletin pertamina MOR IV kesulitan menghubungi desainernya yang kebetulan sibuk luar bisa. Dan kebetulan itu juga menghampiri saya yang sedang belajar meningkatkan kemampuan di Corel Draw.
Penyusunan sebuah buletin yang terdiri dari 8 halaman dengan ukuran 30x28cm dengan beberapa tampilan gambar foto-foto terasa berat dan pada pengaturan text dengan corel draw terasa sangat sulit. Kesulitan inilah yang pada akhirnya mencari info dengan software apa bisa menyusun sebuah buletin dengan kemampuan pengolahan text semirip microsoft word. Dari beberapa rekomendasi teman, saya disarankan untuk memakai adobe pagemaker, quak express atau Indesign. Dari ketiga pilihan tersebut jatuh hatilah pada Indesign.
Adobe Pagemaker. Sama dengan Indesign malah satu pabrikan. Pilihan ini sempat saya coba dan sedikit bisa mengoprasionalkan. tetapi saya terkendala dengan sumber updatenya. malah dari beberapa sumber Adobe Pagemaker tidak diteruskan pengembangannya.
Quak Express. Ya ini adalah aplikasi andalan seorang teman yang kebetulan menjadi desain grafis sebuat tabloid. Sudah berpuluh tahun beliau menekuni aplikasi ini untuk menyusun sebuah tabloid. Tetapi beliau malah menyarankan untuk mempelajari Indesin yang katanya lebih canggih. So tanpa pikir panjang saya mengalihkan perhatian ke Indesign

Komentar
Posting Komentar